Jumat, 19 April 2013

Sekelebat Bayangan Kampung Halaman

Jumat, 19 April 2013....

Ditengah kesibukan mengikuti Ujian Tengah Semester genap ini, disaat materi kuliah seakan membuat pecah otak dan kepala, diantara setumpuk masalah di asrama dan kesunyian kamar 4X3 meter ini entah kenapa pikiran saya tertuju ke kehidupan menyenangkan di rumah. kehidupan yang hangat, segar... Sudah 194 hari sejak semester genap ini bergulir tidak sekalipun saya pernah menginjakkan kaki di halaman rumah. Tidak seperti biasanya saya begitu merindukan aura kamar rumah, sambutan Ajik dan Ibu di rumah serta candaan adik-adik di sana. Mungkin karena pengapnya suasana di tanah rantauan.. mungkin di asrama ini tidak ada sosok teman, mungkin karena tiada lagi tegur sapa diantara penghuni asrama ini. Yang pasti semua kondisi ini  sangatlah mendorong keinginan kembali pulang sangat besar. 

Ingin rasanya segera pulang... segera menghilang... merasakan sejenak damainya kehidupan di rumah agar diri ini tidak seterusnya memikul masalah demi masalah.
Read More

Minggu, 09 September 2012

Heading Baack to Surabaya

Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Kuningan tanggal 8 September 2012 kemarin, saya pun sedari pagi sudah sibuk membantu orang tua dalam menyambut Kuningan ini, rutinitas sebagaimana mestinya seperti bangun pagi hari, mandi, mebanten dan sembahyang keliling pun saya lakoni. Yang tidak kalah pentingnya adalah pada sore harinya saya sudah harus berangkat ke Surabaya karena perkuliahan akan dimulai senin nanti. hufft... bisa dibayangkan betapa beratnya hati ini melangkah kembali ke Surabaya, ke kota perantauan... jauh dari saudara, orang tua, teman-teman, tetangga, dll. yah mau tidak mau ya saya harus kuat dan menutup serangkaian liburan di kampung halaman untuk kemudian segera fokus belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah seperti biasa.

Setelah pamitan ke keluarga besar di Sanur dan Blahbatuh, tepat pukul 15.00 WITA saya sudah siap berangkat ke terminal untuk kemudian mencari bis yang akan mengantar saya sampai ke Surabaya. ini adalah momen-momen krusial, momen-momen yang menyedihkan dimana ibu dengan kehangatan pelukannya merelakan kepergian saya ke daerah nun jauh di seberang pulau sana, saya pun hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas doa dan dukungannya sembari menahan air mata ini menetes karena tak kuasa menahan haru yang menggebu. Setelah puas bersalaman dengan keluarga akhirnya saya kemudian pergi diantar dengan Ajik saya ke Terminal Ubung yang letaknya persis di Jantung Kota Denpasar.

Sejujurnya kondisi badan saya sangat kelelahan dan drop karena tadi pagi bangun pagi sekali dan letih seusai berkeliling mebanten dan sembahyang di Sanur dan Blahbatuh, kedua tempat itu terpaut jarak yang tidak dekat. Tapi saya paksakan saja untuk berangkat karena tidak mungkin lagi untuk menundanya. Akhirnya setelah pamitan kepada Ajik, Ajik saya pun pulang setelah mengantar saya sampai ke terminal, saya hanya termanggu melihat dari balik kaca bus bayangan Ajik saya yang perlahan semakin menjauh dan mungkin tahun depan baru saya bisa pulang kampung lagi, dimana saya bisa kembali melepas rindu akan kehangatan keluarga, rindu akan suasana rumah yang damai di pedesaan Gianyar.

Pukul 18.00 WITA bis yang saya tumpangi pun mulai berangkat meninggalkan Kota Denpasar dengan kecepatan yang sedang. Saya pun memanfaatkan waktu selama 12 jam di bis dengan beristirahat karena saking capainya dan kepala saya yang sedikit pusing karena kebanyakan begadang akhir-akhir ini. Puja untuk Ida Shang Hyang Widhi Wasa, akhirnya saya selamat sampai di Surabaya pada pagi harinya pukul 04.00 WIB. Saya pun kembali ke asrama tempat saya tinggal selama hidup di perantauan, dimana asrama ini penghuninya adalah saudara-saudara saya dari Bali yang juga sedang menuntut ilmu di Surabaya, nama tempatnya adalah Asrama Mahasiswa Bali Tirta Gangga.

Sesampai di asrama saya sempat tersenetak akan kondisi asrama yang sedemikian parah, berantakan dan kotor karena baru saja tadi malam ada upacara piodalan yang jatuhnya tepat pada saat Kuningan, ya Pura Tirta Gangga yang ada di Asrama kami ini piodalannya memang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, jadi tidak aneh kalau kondisi asrama bisa sedemikian berantakannya.

Kemudian saya pun menghabiskan waktu dari pagi sampai sore harinya dengan tidur, selain karena rasa ngantuk yang menyerang sudah tidak dapat diajak kompromi lagi, kepala saya juga sangat pusing setelah perjalanan dengan bus tadi. 

Pada sore harinya pening di kepala saya sudah agak mendingan dan saya keluar kamar melihat teman-teman saya yang sedang sibuk membersihkan sampah-sampah sisa upacara agama kemarin, kami pun bergotong royong membersihkan asrama kami sembari melontarkan canda dan tawa. 

Yah, demikian kehidupan saya selama di perantauan... Belajar di kampus, membuat tugas, bersih-bersih di asrama, bercanda dengan teman-teman. Untunglah saya bisa tinggal di asrama, karena kalau pun saya tinggal indekos, belum tentu saya akan kuat menjalani kehidupan di perantuan tanpa adanya teman-teman dari Bali yang juga kuliah di sini. Tentu saya akan diserang dan dilanda kesepian apabila tinggal indekos. Obrolan dan canda teman-teman asrama sangat manjur untuk menggantikan kehangatan keluarga yang saya dapatkan di rumah, dan mungkin akan saya rasakan lagi pada Januari tahun depan.. Semoga...
Read More

Selasa, 31 Juli 2012

Inilah 52 jenis mahasiswa, kamu di posisi mana?




Ternyata menurut berbagai penelitian dan pengamatan, mahasiswa itu banyak jenisnya bro ! hahaha... berikut saya paparkan beberapa tipe mahasiswa sesuai keadaan dan sifat mereka di kampus :


1. Mahasiswa perfeksionis = mahasiswa yg anti sama nilai B. sekali dpt B langsung guling2 ditanah dan galau 7  turunan.


2. Mahasiswa studyholic = duduk paling depan, sehari2 ngurung diri dalam kamar buat belajar. motto hidupnya “tiada hari tanpa belajar”

3. Mahasiswa idiopatik = ga jelas kehidupannya di kampus. kadang2 ada, kadang2 ga ada.

4. Mahasiswa poli-organisasi = aktif diberbagai organisasi kampus. motto hidupnya “banyak organisasi, banyak rezeki”

5. Mahasiswa pasrah = dapat E? ah tenang, kan ga cuman aku doang yang ga lulus

6. Mahasiswa pecinta = kerjaan sehari2nya pacaran tak peduli tempat, waktu, dan lokasi.

7. Mahasiswa cadaLOver = saking terobsesinya sama cadaver, ampe kuliahnya hanya saat ada materi anatomi atau pratikum anatomi. (#kedokteranonly)

8. Mahasiswa SKS = tipe paling banyak di tiap kampus. belajar sampai larut hanya ketika besoknya ujian.

10. Mahasiswa paket hemat = datengnya pas praktikum,skill lab ma tutor doang

11. Mahasiswa galau = tiap malam ngetweet galau sambil dengerin lagu2 adele

12. Mahasiswa setengah dewa = Tiap hari kerjaan nya maen game dan OL, tapi selalu berhasil kalo ujian.

13. Mahasiswa gaul stadium 4 = ke kampus pakai kaos oblong dan celana jeans

14. Mahasiswa inhibitor = sukanya nanya2 ke dosen sehingga menghambat mahasiswa yg lain utk pulang

15. Mahasiswa kritis : selalu nanya jadwal kuliah padahal modul dia punya, dan bertanya terus kapan dosen masuk

16. Mahasiswa OVJ = tiada hari tanpa membuat tertawa teman2nya

17. Mahasiswa petani = datang paling pagi buat bookingin tempat duduk temen

18. Mahasiswa insert investigasi = niat dateng ke kampus buat nyari gosip2 ter-hot seangkatan

19. Mahasiswa asianlover = tiap hari ngebahas korea. suka teriak2 ga jelas tiap ngeliat foto/ video artis korea

20. Mahasiswa FreeAll = datang ke kmpus bawa laptop untuk dapat ngenet gratis dan download film gratis pake sinyal wifi kampus

21. Mahasiswa the ripper = pembunuh teman saat tutorial

22. Mahasiswa dreamer = kerjaannya tidur di kelas dari awal sampai habis

23. Mahasiswa KW 9 = beli buku yg bajakan semua.

24. Mahasiswa ekstrovert : suka gosipin kelakuan teman²nya & dosen

25. Mahasiswa pa bondan = dateng ke kampus cuma nongkrong di kantin sambil ngeborong kuliner

26. Mahasiswa introvert = punya bahan untuk belajar buat ujian dari dosen hanya disimpan buat sendiri, ogah bagiin ke teman²

27. Mahasiswa perpustakaan berjalan = kemana2 bawa buku yg tebel2

28. Mahasiswa JournalLover = bawa jurnal kemana2 tapi ga paham isinya apa

29. Mahasiswa model : kekampus pakai height heel lebih 10 cm„,

30. Mahasiswa pencabut dompet = sukanya nagih uang ke teman

31. Mahasiswa Konter = datang ke kampus menawarkan jasa pulsa elektrik

32. Mahasiswa recorder = hafal semua yang dikatakan dosen waktu kuliah

33. Mahasiswa program KB = IP 2 cukup

34. Mahasiswa hemat listrik : suka ngecas bb. Laptop,hape dikampus

35. Mahasiswa SOGO = ke kampus dandannya kaya mau liburan keluar negri

36. Mahasiswa hemat air = suka numpang mandi dan BAB di wc kampus

37. Mahasiswa buku berjalan = mahasiswa yang saking pinternya, ditanyain materi selalu bisa jawab

38. Mahasiswa game center = mahasiswa yang datang ke kampus cuma buat maen game online bareng temen seangkatan

39. Mahasiswa cool = paling suka duduk dibawah AC ketika kuliah

40. Mahasiswa las vegas = ke kampus cuma buat maen poker sama UNO di kantin.

41. Mahasiswa olahragawan = ke kampus selalu pake sepatu futsal

42. Mahasiswa superman = kemana-mana sobotta dan dorland d gendong d tas

43. Mahasiswa RU = ada apa apa dikit langsung updet pm, menuhin recent updates

44. Mahasiswa bermodal cinta = datang ke kampus ga bawa apa2

45. Mahasiswa joki 3 in 1 = suka nebeng temen ke kampus

46. Mahasiswa seks bebas = suka nyucuk flashdisk berisi virus ke berbagai laptop

47. Mahasiswa tutorial oriented = hanya belajar keras saat tutorial aja

48. Mahasiswa kupu2 = kuliah-pulang kuliah-pulang

49. Mahasiswa salesman = gaya berpakaiannya susah dibedakan antara mahasiswa dan salesman

50. Mahasiswa gaib = kehadirannya tidak jelas.

51. Mahasiswa kura - kura = kuliah rapat kuliah rapat

52. Mahasiswa Tilang = Titip absen langsung pulang

Bagaimana readers? mungkin diantara dari sekian banyak tipe mahasiswa yang saya paparkan diatas ada salah satunya yang paling mencerminkan dan paling persis dengan readers. Jika pun ada ya nggak usah minder, jalani saja, karena watak ya watak, mahasiswa tetap mahasiswa, tulang punggung negara di masa depan. Hidup Mahasiswa !!!
Read More

MASYARAKAT BALI HARUS CERDAS DALAM MENENTUKAN PILIHAN PADA PEMILUKADA BALI 2013


Pemilukada Gubernur DKI Jakarta telah usai dan menghasilkan pasangan  Jokowi-Ahok sebagai pemenang pada putaran pertama versi quick count, mengungguli pasangan incumbent Foke-Nara yang notabene sebelum digelarnya pemilukada dijagokan akan keluar sebagai pemenang berdasarkan hasil dari pelbagai lembaga survei. Meskipun hasil resmi pada putaran pertama nanti baru akan diumumkan oleh KPU pada tanggal 20 Juli 2012. Namun hasil itu agaknya tidak akan berubah signifikan mengingat pasangan Jokowi-Ahok mendulang suara sebanyak 42,59% jauh mengungguli pesaing terdekatnya Foke-Nara yang mengumpulkan perolehan suara sebanyak 34,32 %. Meskipun demikian, Pemilukada harus dilakukan dalam dua putaran dimana putaran kedua akan dilaksanakan pada September mendatang.  Ya, DKI Jakarta memang menerapkan aturan yang berbeda dalam pemilihan gubernur mereka, karena pasangan calon gubernur dan wakil gubernur harus memperoleh raihan suara sebanyak 50% + 1 untuk dinyatakan sebagai pemenang pemilu.

Banyak lembaga survei menjagokan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, namun pasangan Jokowi-Ahok mampu membungkam semua hasil survei tersebut dengan memperoleh raihan suara jauh mengungguli Foke-Nara. Banyak kejutan yang terjadi pada Pemilukada DKI Jakarta 2012 ini, seperti kekalahan pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono atas pasangan calon gubernur asal jalur independen Faisal Basri dan Biem enyamin. Secara kasat mata tentu orang akan mengira perolehan suara pasangan Alex-Nono tentu akan unggul atas Faisal-Biem karena Alex-Nono diusung oleh partai penguasa Orde Baru dan beberapa koalisi, namun kenyataan dilapangan berkata lain, justru pasangan independen Faisal-Biem yang perolehan suaranya diatas pasangan Alex-Nono. Hal ini tentunya sangat mengejutkan. 

Kejutan demi kejutan yang hadir di Pemilukada DKI Jakarta tahun ini saya harapkan terjadi juga pada Pemilukada Bali tahun depan. Masyarakat Jakarta telah menyadarkan seluruh masyarakat tanah air bahwa belum tentu semua prediksi yang beredar jauh sebelum Pemilukada itu benar, mereka juga mengajarkan kita untuk memilih pemimpin yang sederhana, mengayomi, dan pro kepada rakyat, hal itu tercermin dalam kepribadian Jokowi yang begitu dicintai oleh masyarakat Solo sebagai Walikota mereka, Jokowi dianggap mampu mengayomi dan memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Hal ini lah yang diyakini sebagai kunci sukses Jokowi  mampu dalam menaklukan liar dan ketatnya pemilukada DKI Jakarta dimana tipe masyarakatnya adalah majemuk dan terdiri dari berbagai golongan yang ada di Nusantara. Ini bisa dijadikan pelajaran bagi siapapun bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada Bali tahun 2013 nanti, hendaknya mereka mengubur anggapan bahwa janji-janji muluk dan pencitraan semu belaka akan mampu menggerakan masyarakat untuk memilih mereka.

Cara lain harus ditempuh, misalnya dengan sikap yang dekat dengan masyarakat, melayani masyarakat dengan setulus hati, jangan hanya janji belaka namun setelah terpilih nanti malah keluar sikap congkaknya. Masyarakat sekarang sudah jauh lebih pintar menilai dan menentukan pilihan mereka. Tingkat pengetahuan masyarakat akan dunia perpolitikan sudah jauh lebih memadai dengan banyaknya tayangan berita dan situasi perpolitikan di tanah air belakangan, jadi jangan harap bisa mengelabui masyarakat lagi dengan janji-janji muluk. Semoga masyarakat Bali mampu bersikap seperti halnya masyarakat ibukota yang cerdas dalam menentukan pilihan dalam Pemilukada Bali tahun depan.
Read More

Follow This Blog