Senin, 05 September 2022

Mengingat

Mengingat itu butuh energi. Seumur hidup, kita menghabiskan energi untuk mengingat angka-angka yang menandai semua sisi hidup. Misalnya saja tanggal lahir, usia, nomor telepon, nomor kartu tanda penduduk, nomor induk karyawan, dan nomor rekening. 

Kau ingat betapa angka adalah romantika yang membawamu pada ruang dan waktu berbeda. Plat nomor, nomor rumah, angka di sebuah kaus, hingga nomor telepon yang kau hapal di luar kepala tanpa berani kau simpan dan bekukan di ponsel. 

Kau mengingat angka yang satu dan melupakan yang lain. Mengingat dia ketimbang diriNya. Kau mengingat karena dia punya jejak, yang, entah apa. 

Mengingatnya membuat energimu melambung hingga ke langit. Kau pikir kau bisa terbang saking besarnya energimu. Kau menjelma capung dan burung-burung. Ah, dan kau, kau, dan kau mengingat. Mengingat hal-hal yang terlewat oleh mata orang banyak. 

Kau mengingat dengan keterlambatan yang entah disengaja atau tidak. Kau mengingat dengan kejutan yang kuncup di pengujung hari. Kau membuat aku menjelma burung-burung. 

Ah, terima kasih untuk mengingat. Mungkin kita telah saling memberi jejak di sebuah dimensi yang hanya bisa kita raba. Terima kasih untuk mengingat, setidaknya hari-hari di Februari itu.

Karena, esok saatnya melupakan.

Tidak ada komentar:

Follow This Blog