Selasa, 19 November 2013

Kebodohan

Halo semua, udah lama aku nggak nge-blog lagi semenjak pulang dari Bandung kemarin, Yaah karena satu dan lain hal jadinya belum sempet masang postingan baru di blog ini. Akhirnya sekarang ada kesempatan buat nulis lagi. Anyway dari judul postingan ini pasti udah ketebak kan aku mau ngebahas apa. Ya apalagi kalo bukan kebodohan aku yang hari ini ngelewatin satu mata kuliah yang bisa dibilang yaah cukup penting gitu ya, mata kuliah Kepemimpinan. 

Jadi ceritanya gini, aku nggak ikut kelas Kepemimpinan bukan karena telat atau kesiangan. Secaralah ya kuliahnya mulai jam 13.00 siang so, kalian pikir aku makhluk apaan yang nggak bangun-bangun sampai jam segitu. Hehehe.... yah karena Surabaya saat ini lagi dilanda musim penghujan yang bisa dibilang agak telat gitu datengnya, ya setiap hari jadinya mendung gini deh. 

Oke sekarang kita masuk ke inti cerita ya. Kebodohan hari ini bermula dari menunda-nunda berangkat ke kampus. Entah kenapa karena sudah siap berangkat ke kampus dari jam 11 siang aku malah merasa masih banyak waktu sampai jam 13.00. Alhasil karena nggak segera berangkat maka hujan pun memberi pelajaran akan jeleknya menunda-nunda pekerjaan. Ya, hujan serta merta turun dengan lebatnya dan membuat suasana yang kondusif untuk menunda pergi ke kampus dan segera berlindung di balik selimut hangat. 

Akhirnya karena hanyut dalam suasana biru tersebut tanpa disadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 lewat. Aku segera sadar dari tidur karena ada telepon dari Mbak Indra, rekan di organisasi KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) yang meminta untuk ikut membantu sosialisasi organisasi di kampus UPN "Veteran" Surabaya. Memang aku ada janji sehari sebelumnya dengan Mbak Indra untuk ikut membantu dia sosialisasi, tapi berhubung hujan masih setia menyirami seluruh Surabaya maka aku pun terpaksa tidak bisa mengikuti kegiatan sosialisasi. Lebih parahnya lagi, ada SMS dari teman kuliah yang bilang kalo hari ini ada kuis Mata Kuliah Kepemimpinan. Astaga.... dia nanya kenapa aku tidak masuk kuliah. Sontak saja aku balas SMS dari dia kalau aku ada kegiatan sosialisasi di UPN. Duh bodohnya aku berbohong dan nggak bisa menepati janji di waktu yang bersamaan.. 

Maka disertai dengan hujan yang turun dengan lebatnya ada makna yang bisa diambil dari kebodohan hari ini. "Jangan pernah menunda-nunda mengerjakan sesuatu".
Read More

Minggu, 10 November 2013

Lesson Learned from Bandung

Hari ini kami, tiga orang yg dipilih untuk mewakili mahasiswa Hindu di Universitas Airlangga baru saja selesai ikut kegiatan Utsawa Dharma Gita yg diselenggarakan oleh teman-teman dari Institut Teknologi Telkom. Banyak lomba yang diadakan di acara itu, yah tetapi kami hanya mengikuti lomba Dharma Widya (cerdas cermat) dikarenakan teman-teman kami yang lain berhalangan ikut berpartisipasi lantaran masih berkutat dengan UTS (Ujian Tengah Semester) di kampus kami.

Kami berangkat ke Bandung bermodalkan kepercayaan diri yang tinggi mengingat dua tahun lalu Universitas Airlangga berhasil meraih juara 2 di lomba yang sama. Tak hanya itu, kami juga disangui (dibekali) sedikit dana keberangkatan oleh pihak rektorat. Hehehe... Matur suwun Pak! Jadilah kami berangkat hari Jumat 8 November 2013, jam 8 pagi.

Setelah melalui perjalanan panjang di kereta yang kurang lebih memakan waktu hampir 15 jam dari Surabaya ke Bandung (jujur saja pinggang saya rasanya udah mau lepas gara-gara kelamaan duduk di kereta). huuffth... Akhirnya kami sampai juga di tanah Pariangan! *tepuk tangan*. Sesudah sampai, waktu ternyata menunjukkan pukul 11 malam. Di Stasiun Kiaracondong, Bandung, saya langsung disambut oleh teman dari IT Telkom yang sudah dipersiapkan menjemput peserta lomba. 

Di Bandung, sewaktu malam pertama kami tidak menginap di tempat yang sama. Kami memilih untuk menginap di rumah kenalan kami masing-masing. Tentu saja tujuannya untuk efisiensi biaya. Hehehe... Langsung aja kami minta diantarkan ke rumah kenalan kami masing-masing, saya kebagian nginep di rumah teman lama, teman jaman SMP dulu yang kebetulan juga merupakan salah seorang panitia lomba, namanya Krisna. Dengan wajah letih dan memelas yang saya tunjukkan akhirnya mampu membuat Krisna tidak tega dan membiarkan kamarnya saya "jajah" semalam. Maaf ya Kris malam-malam jadi ngerepotin. Hahaha...

Hari kedua di Bandung acaranya hanya opening ceremony saja. Untuk lombanya dimulai besok pagi. Opening ceremony digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Institut Teknologi Telkom. Pada saat inilah saya ketemu dengan saudara jauuuh saya, namanya Prima. Saya biasa manggil dia mbok Prima. Yah secara umurnya yang lebih tua beberapa bulan dari saya sih.. Senang rasanya bisa ketemu mbok Prima lagi, kami seumuran tapi dia lebih ulet dan rajin daripada saya. Kegiatannya di kampus buannyaak sekali. Orangnya juga fokus dan serius kalau menjalani sesuatu. Inilah yang membuat saya kagum dengan dia. Malamnya, mbok Prima ngajak saya jalan-jalan di Kota Bandung, sekalian nyari angin katanya.. (Kalo nyari angin aja mah cukup olesin minyak angin aja kali mbok).

Akhirnya pas jam 9 malam mbok Prima jemput saya di kontrakannya Krisna. Dia pun ngajak saya ke suatu tempat makan yang kalo nggak salah namanya Nasi Kalong. Pikiran saya pun menerawang kemana-mana, "sejak kapan mbok Prima punya hobi makan kelelawar raksasa?!". Apa mungkin karena kebanyakan aktivitas di kampus kali ya sampai-sampai harus makan daging kalong biar stamina menjalani rutinitas tetap terjaga. Ah, sudahlah..

Sesampai di TKP, ternyata yang saya duga tadi salah besar. Nasi kalong nyatanya hanya sebutan makanannya aja, nggak ada implikasinya ke lauk yang dihidangkan. Hadeeh.. Untung saya salah. Nasi Kalong ternyata enak banget, nasinya warna ungu, ya kayak janda-janda gitu deh. Apa asal-usul warna nasinya yang agak keunguan itu ada kaitannya dengan janda-janda di Bandung saya juga kurang tau, yang penting cicipin masakan yang cuma bisa dimakan di Bandung ini. Tempat makannya juga lumayan nyaman gitu sih, ada lilin yang hidup diantara kita, menemani waktu makan (romantis bangeeet... Coba bisa ngajak pacar ke sini ya) mwehehehe...

Waktu keluar ama mbok Prima nggak kerasa cepet banget, dan sudah waktuny kita kembali ke kos dan kontrakan masing-masing. Yaah.. Padahal masih mau lama-lama nih ama mbok Prima *eh* entah kenapa malam itu mbok Prima terlihat sangat anggun dan cantik. Mata terus tertuju padanya. Apa karena saya udah lama nggak ketemu atau dia emang sengaja dandan maksimal buat nyambut saudara jauhnya (jauh secara jarak tempat kuliah dan secara silsilah). Hahaha.. Apapun alasannya aku suka banget mbok Prima malam itu. Kamu cantik banget kak! :)

Yah besoknya setelah mengikuti lomba ternyata modal kepercayaan diri yang kami bawa dari Surabaya nggak cukup membantu menghindari kami dari kekalahan di lomba Dharma Widya. Jadilah kami pulang dengan tangan hampa. Pikiran kami udah nggak tenang karena kemungkinan teman-teman di Surabaya ngamuk gara-gara kami gagal pulang bawa piala udah makin santer terbayang di kepala kami. Huhuhuu...
Mau apa lagi, memang kami tidak mempersiapkan diri secara maksimal. Yaaa beginilah hasilnya, ada pelajaran berharga yang  saya dapat dari Bandung.. Mengenai persiapan maksimal, fokus, dan keseriusan. Pahit memang merasakan kekalahan, tapi kekalahan bukan alasan untuk mundur, kekalahan bagi saya sama seperti obat. Pahit! Tapi karena rasanya yang pahit itulah penyakit yang ada di dalam diri kita bisa disembuhkan bukan? Kekalahan ini adalah obat bagi saya untuk dapat lebih meningkatkan kemampuan lagi dan terus menerus belajar agar kemampuan diri ini terus berkembang.

Begitulah pengalaman saya selama tiga hari di Bandung. Ada pahit dan manis yang datang silih berganti. Manisnya sih datang duluan (bisa ketemu teman-teman lama kayak Krisna, Pitha, dan Yusri. Juga bisa ketemu mbok Prima, si saudara jauh saya. Semoga kita nggak terus-terusan jauh ya mbok. Sekali-sekali ya bisa deketlah dikit, hehehe..). Nggak peduli apapun hasil yang kami dapat di Bandung, saya ingin segera melupakan kekalahan ini sesampai di Surabaya. Menuju kota pahlawan dengan pelajaran berharga dari kota kembang.


Read More

Rabu, 30 Oktober 2013

Bagaimana hubungan antara organisasi dengan manajemen?

Berdasarkan definisinya, organisasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Atau dengan pengertian lain, organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dengan wewenang tertentu. Sedangkan menurut Sentot Imam Wahjono dalam bukunya “Perilaku Organisasi” (2010, 5), organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya  tidak dapat dicapai secara individual. Pendapat dari Sentot Imam Wahjono tersebut memiliki kemiripan dengan pendapat dari James D. Mooney dalam Saydam, G (1993, 57), Mooney mendefinisikan organisasi merupakan setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Jika bisa dipersempit, saya dapat memilih tiga kata yang dapat mewakili organisasi, yakni: Kelompok, Manusia, dan tujuan.
Lalu mengenai manajemen, secara etimologi manajemen merupakan kata serapan dari kata Bahasa Inggris “to manage”. Menurut George R. Terry dalam Saydam, G (1993, 6-7), “Management is the accomplishing of a pre determined objective through the effort of the other people”. Jadi manajemen merupakan proses pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Pendapat sedikit berbeda dikemukakan Henry Fayol, menurut Fayol dalam Saydam (1993; 7) manajemen adalah proses kegiatan Planning, Organizing Commanding (pengkomandoan), Coordinating (pengkoordinasian), dan Controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Jika bisa dipilih tiga kata, saya memilih kata koordinasi, kontrol dan tujuan sebagai kata yang dapat mewakili definisi manajemen. Jadi ada kegiatan koordinasi dan pengontrolan untuk mencapai tujuan sekumpulan orang di dalam suatu kegiatan manajemen.
Hubungan antara organisasi dan manajemen adalah dari kedua definisi masing-masing, ada upaya atau proses untuk mencapai tujuan. Jadi manajemen adalah proses koordinasi untuk mencapai tujuan organisasi. Di dalam organisasi sudah barang pasti ada kegiatan manajemen para anggota organisasi agar tidak tercerai berai dalam mencapai tujuan organisasi, karena setiap individu dalam organisasi memiliki tujuan dan motif yang berbeda-beda. Organisasi memerlukan fungsi-fungsi yang ada di dalam manajemen seperti pengkomandoan, pengkoordinasian, serta pengontrolan agar bisa mencapai cita-cita organisasi secara efektif dan efisien. Selain itu, seorang pemimpin dalam sebuah organisasi harus memiliki tingkat keterampilan yang berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih memerlukan ketrampilan  teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana ketrampilan ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.


DAFTAR PUSTAKA
Saydam, Bc. TT, Drs. Gouzali, Soal-Jawab Manajemen dan Kepemimpinan, Penerbit Djambatan, Jakarta, 1993.
Wahjono, S.I., Perilaku Organisasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2010.
Read More

Rabu, 07 Agustus 2013

Meet With Foreign Student at Ubud

Liburan kuliah semester empat ini seperti biasa saya minim jadwal (pengangguran). Tidak tau apa yang mesti dilakukan untuk mengisi liburan. Padahal saat kuliah masih berjalan begitu banyak hal yang ingin saya lakukan di kampung halaman.

Setelah bingung kesana-kemari mencari kegiatan liburan selain main sepakbola dan ke rumah teman, saya dapat ajakan dari teman yang juga kuliah di Surabaya tetapi beda kampus dengan saya. Namanya adalah Tukik (re: anak penyu). Tukik yang kebetulan pamannya adalah pemilik sebuah bar di kawasan wisata Ubud mengajak saya dan Angon untuk main-main ke bar pamannya sembari melatih kemampuan bahasa Inggris kami yang pas-pasan. Kami pun setuju untuk mampir ke sana.
Sesampai di bar tersebut, kami langsung disuguhi minuman. Tukik kemudian mengenalkan kami pada kenalannya dari luar negeri. Mereka adalah sekumpulan mahasiswi dari berbagai negara yang sedang liburan ke Bali sambil belajar Bahasa Inggris. Mereka berasal dari bermacam-macam negara, ada yang dari Inggris, China, Belanda, Skotlandia, Australia, dll. Kami pun segera berbaur dengan mereka dan terlibat berbagai macam obrolan ringan mulai dari memperkenalkan diri masing-masing hingga obrolan seputar kehidupan di negara masing- masing.

Dari obrolan ringan tersebut kami dapat menangkap bahwa mereka sangat mengagumi adat dan perilaku keseharian masyarakat di Bali, mereka juga mengatakan sempat belajar membuat canang. "Our culture was so different!" kata Jeanne si mahasiswi dari Skotlandia. Mereka berada di Bali kurang lebih selama tiga minggu dan harus kembali ke negara mereka masing-masing minggu depan. Waktu menunjukkan pukul 01.00 Wita tapi kami semua seakan larut dalam pembicaraan seraya mereka-reka mengenai kepribadian serta tukar menukar informasi di negara masing-masing. Tentu saja obrolan kami ini menggunakan Bahasa Inggris dan tidak menggunakan bantuan  subtitle sebagaimana saat menonton film-film asing. Inilah yang dimaksud oleh Tukik agar kita bisa meningkatkan kemampuan berbicara Bahas Inggris kita walaupun dalam percakapan dengan mereka grammar atau tata bahasa yang kami ucapkan bisa dibilang jauh dari memuaskan.

Begitulah pengalaman saya saat itu, pengalaman berharga bisa berinteraksi dengan mahasiswi dari luar negeri. Kelak suatu saat saya akan balik mengunjungi mereka di negaranya. Suatu saat nanti? Ya semoga ada kesempatan untuk melakukannya. Astungkara...
Read More

Follow This Blog